5 Fakta dari ‘Pembantaian’ Manchester City di Nou Camp

Posted in Liga Champions Thu, Oct, 20, 2016

Agensbo88.com – ManCity mengendalikan hanya 15 menit pertama, laga lawan Barca di Liga Champions, Hari Kamis, 20 Oktober 2016. Namun, satu kesalahan terjadi pada menit 17, serta Pep Guardiola sangat paham tak boleh ada kesalahan, ketika menghadapi tim yang mempunyai Messi.

Pesepakbola terbaik dunia asal Argentina, itu tanpa ampun menjatuhkan hukuman pada kekonyolan Manchester City. Ditambah lagi bukan cuma Fernandinho yang melakukan kesalahan, namun juga Claudio Bravo. Penjaga Gawang baru Manchester City itu sudah lama bersama dengan Lionel Messi di Barca, latihan bersamanya, tahu kekuatan serta kelamahannya.

Tapi, sebagaimana dilansir dari Mirror, Bravo membiarkan Lionel Messi mencetak tiga dari empat gol Barca di pertandingan itu. Sepanjang laga, satu per satu pesepakbola Manchester City bergiliran menyumbang kesalahan, sebagaimana dalam proses gol ketiga Lionel Messi, yang terjadi karena kesalahan Ilkay Guendogan.

Berikut ini lima kesimpulan yang dapat diambil dari pembantaian ManCity oleh Barcelona:

1. Claudio Bravo
Claudio Bravo dihadirkan Guardiola pada musim panas untuk menggantikan Joe Hart. Tapi, ketika Hart seolah bangkit dari keterpurukan, dengan performa impresif bersama Torino musim ini, Bravo justru jadi salah satu titik lemah ManCity.

Penjaga Gawang asal Cile, itu bertindak cepat keluar dari gawangnya untuk menangani ancaman. Namun, selepas memperoleh bola, ia malah mengopernya langsung kepada Luis Luis Suarez, yang berdiri tepat di depannya. Tak mungkin ia beralasan, masih merasa Luis Suarez sebagai rekan setimnya.

2. Lionel Messi buktikan dirinya yang terbaik
CR7 hampir pasti bakal mendapat gelar pesepakbola terbaik pada Januari 2017 nanti. Ia memenangkan Liga Champions bersama Madrid, serta membantu Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Dasar penilaiannya memang cuma sesederhana itu.

Namun, setiap orang yang menonton Madrid serta Barca di sepanjang 2016, bakal menyadari perbedaan kualitas antara Lionel Messi serta Ronaldo. Hattrik Lionel Messi, menunjukkan kualitasnya dalam menuntaskan kesempatan, kecepatan berpikir, serta penempatan posisi yang sempurna.

Terlebih, kemampuan mengolah bolanya, yang sampai kini sama sekali belum raih disaingi oleh Ronaldo. Satu-satunya kelebihan Ronaldo, hanya fisiknya yang lebih besar serta tinggi dari Lionel Messi.

3. ManCity masih dengan masalah pertahanan
Dua atau malahan tiga musim pamungkas, ManCity dibelit persoalan yang sama, yakni rapuhnya pertahanan. Cedera Victor Kompany, kapten tim yang juga telah digerogoti umur, belum raih diperbaiki oleh klub. Defender tengah mahal telah dibeli dalam dua musim pamungkas, termasuk John Stones di era Guardiola.

Rival-rival di liga Inggris, dipastikan akan mengambil pelajaran dari cara Barca mengekspose kelemahan pasukan Guardiola. Banyak kekalahan diyakini dapat terjadi, bila Manchester City masih mempertahankan kesalahan yang sama.

4. Guardiola tidak takut mengecewakan orang lain.
Guardiola menjadikan fans serta media menggaruk kepala, karena keputusannya menaruh Sergio Aguero di bangku cadangan. Ia tak menurunkan pesepakbola terbaiknya, dalam pertandingan penting melawan Barca. Ia mengatakan itu dilakukan karena alasan taktik.

Ia mengatakan butuh pemain tengah ekstra, untuk membantu kubunya lebih banyak menguasai bola, serta mendominasi permainan. Di babak pertama, tujuannya tercapai, Barca memang menguasai bola lebih banyak, meski telah tertinggal satu gol.

5. Umtiti akan jadi salah satu defender terbaik di dunia
Defender tengah asal Prancis, itu dimainkan selepas tiga pekan cedera serta tak melakukan kesalahan. Malahan ketika Gerard Pique cedera, Umtiti tetap menjaga ketenangannya. Ia baru bergabung pada musim panas, namun tampak bermain lebih nyaman ketimbang senior-seniornya di Barca.

Ia tenang dengan bola, agresif serta cepat ketika harus merebut bola. Guardiola mesti berpikir, apa kualitas yang tak dimilikinya ketika melihat permainan Umtiti.

Related Posts: