Tim yang Pecat Pelatih Pasti Dapat Kalahkan Liverpool

Posted in Inggris Wed, Mar, 1, 2017

Agensbo88.com – Lupakan sejenak hasil minor yang diraih The Reds ketika bertamu ke kandang Leicester City, Hari Selasa dini hari lalu, nanti bakal ada paragraf yang membahas ini. Masih ada fakta lain dari beberapa laga Liverpool di liga Inggris.

Ternyata, The Reds memang menjadi tumbal bagi klub-klub yang mengalami masa labil. Situasi labil di sini diartikan sebagai klub yang baru saja ditinggal Pelatih akibat pemecatan.

Setiap tim yang berada di fase ini, serta berjumpa dengan pasukan didikan Juergen Klopp, mereka pasti mendapatkan kemenangan. Sebut saja Swansea City, Hull City serta yang teranyar, Leicester City.

Mulai dari Swansea, 26 Desember lalu, menjadi pertandingan pamungkas Bob Bradley sebagai Pelatih Swansea City (julukan Swansea City). Selepas ditinggal lelaki asal Amerika tersebut, Swansea berada di bawah kendali sang asisten, Alan Thomas Curtis.

Sampai akhirnya mereka menemukan pengganti Bradley, yaitu Paul Clement. Pertandingan debut Clement ialah ketika menghadapi Hull City, 7 Januari. Namun Swansea kalah dari Hull dengan skor 2-0 di Piala FA.

Kemenangan pertama Clement baru diperoleh ketika bertamu ke kandang The Reds, 21 Januari. Secara mengejutkan, Swansea mempermalukan Liverpool dengan skor 3-2.

Begitu pula dengan Hull. Mike Phelan dipecat manajemen The Tigers (julukan Hull City) selepas menjalani laga kontra West Bromwich Albion, 2 Januari. Sebagai pengganti, Hull menunjuk Marco Silva, yang debut ketika melawan Swansea di FA Cup, 7 Januari 2017.

Dengan Pelatih baru, Hull baru jumpa The Reds pada 4 Februari. Alhasil, Hull berhasil mengalahkan The Reds dengan skor 2-0.
Pamungkas, Leicester City. Ya, secara mengejutkan manajemen memecat Claudio Ranieri dari kursi Pelatih. Walaupun The Foxes masih mempunyai peluang mendapatkan jawara di Liga Champions serta bakal menghadapi The Reds.

Ranieri pergi, Craig Shakespeare ditunjuk menjadi Pelatih sedangkan. Serta, di tengah keadaan labil, Leicester menundukkan The Reds dengan skor 3-1.

Kesimpulannya, tim yang baru memecat pelatihnya, selalu menang ketika melawan The Reds. Nah, kebetulan lawan The Reds berikutnya ialah tim yang masa depan manajernya belum menemui kejelasan, The Gunners.

Keadaan ini menjadikan banyak pihak berpendapat, malahan termasuk pendukung The Gunners sendiri, mendesak manajemen untuk segera memecat Arsene Wenger agar dapat senasib dengan Swansea, Hull serta Leicester. Serta juga mereka menginginkan “penyegaran” di internal tim dengan asa dapat lebih berprestasi.

Related Posts: